The American Dream dan Eugene O'Neill

[ad_1]

Penelitian ini mencoba untuk meneliti The Iceman Cometh karya Eugene O'Neill dan Long Day's Journey into Night. Di sini, tinjauan kritis didasarkan pada "The American Dream" sebagai mitos nasional; itu adalah mitos kesuksesan atau kehidupan yang dipenuhi untuk semua orang Amerika. Kerangka teoritis didasarkan pada ide-ide dari beberapa kritikus seperti Lewis, Carpenter, dan Pradhan pada "The American Dream".

Studi ini mengikuti perspektif sejarah dan menyatakan bahwa "Impian Amerika" telah bersama orang Amerika dari awal sejarah Amerika. Dan kemudian menunjukkan bahwa mimpi khusus ini telah berubah menjadi mitos selama berabad-abad.

Untuk penelitian ini, pertama, studi komprehensif dilakukan pada sejarah Amerika serta pada konsep-konsep seperti "The American Dream" dan "American myth". Kemudian, elemen "The American Dream" ditelusuri di The Iceman Cometh dan Long Day's Journey into Night. Selanjutnya, elemen-elemen ini dianggap sebagai mitos yang tidak dapat diakses. Benar-benar, ditunjukkan bahwa bagaimana O'Neill menggambarkan "The American Dream" dalam dua dramanya.

Ketika O'Neill mulai menulis drama, di drama Amerika ada penerimaan materialisme dan nilai-nilai tradisional yang tidak masuk akal, dan penyajian kehidupan dan karakter itu basi. Drama O'Neill dari yang pertama mengungkapkan pemahaman yang lebih baik dan lebih benar tentang manusia dan kehidupannya. Tilak Raghukul (1975) percaya bahwa:

Dari awal, O'Neill melihat kehidupan sebagai sesuatu yang tidak diatur dengan rapi dalam sebuah penelitian, tetapi sebagai sesuatu yang mengerikan, luar biasa dan seringkali sangat mengerikan, sesuatu yang mirip dengan tornado, gempa bumi atau kebakaran yang menghancurkan (hal.20).

O'Neill menganggap karakter-karakter mistis yang telah datang ke Amerika dan telah mencari mimpi dan kehidupan yang memuaskan. Dia menulis sekitar empat puluh drama yang kebanyakan tentang keluarga Amerika. O'Neill memulai dan mengakhiri kariernya yang dramatis dalam realisme. Semua drama pentingnya menggambarkan visi tragis Amerika. Beberapa lusin kematian kekerasan dan lebih dari dua lusin kematian tanpa kekerasan, serta penyebab kegilaan dalam dramanya adalah indikasi konsistensi penglihatan tragisnya. H. Clark Barrelt (1947) mengatakan:

Ketika Amerika hampir menang dalam Perang Dunia II, O'Neill mengatakan kepada rekan senegaranya saya akan pada teori bahwa Amerika Serikat, bukannya negara paling sukses di dunia, adalah kegagalan terbesar (hal.152).

Kutipan ini menunjukkan betapa O'Neill menyadari kegagalan nilai-nilai Amerika. Dalam The Iceman Cometh dan Long Day's Journey, ia menggambarkan kegagalan manusia Amerika. Dia menunjukkan orang yang mencari kehidupan yang terpenuhi tetapi dia tidak dapat menemukannya dalam kenyataan, sehingga realitas menjadi menyakitkan baginya. Secara metaforis, di kedua drama O'Neill mengungkapkan kebohongan "The American Dream" dan menganggapnya sebagai cara melarikan diri dari kenyataan.

[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *